Lakukan ini, maka akan bahagia

Kebiasaan baik yang dapat membuat hati menjadi tenteram dalam seharian.

Awali bangun tidur dengan qiyaamul lail.. bacalah Al-Quran, resapi artinya. Kemudian bermunajatlah kepada Allah, akui dosa, menghamba kepada-Nya sampai menjelang subuh

Sholat subuh berjama’ah tidak ada bandingannya, nikmaat sekali.. sambil menghirup udara pagi yang begitu segar…

Lanjutkan tilawah, jangan baca koran sebelum baca Quran…. kata-kata Quran akan menjadi seperti sihir yang membuat kita meneteskan air mata dan penyembuh bagi hati yang resah

Sebelum beraktivitas, sempatkanlah membaca Al-Ma’tsurat pagi karena akan menjaga kita dari godaan syetan pada siang harinya

Siap beraktivitas !

Di sela-sela aktivitas, duha juga menjadi persinggahan hamba kepada Allah agar melancarkan rezeki…

Adzan dzuhur berkumandang…. kalau kita mau benar2 merasakan nikmatnya sholat dzuhur bisa dilakukan dengan menunguu waktu dzuhur, menunggu adzan berkumandang di sajadah yang terhampar di masjid atau musholla… setelah itu berwudhu dengan khusyu’, akhirnya sholat dzuhur yang kita lakukan pun akan khusyu’

Ashar, salah satu sholat yang diperintahkan untuk kita pelihara.. Haafidzuu ilashsholaati washsholaatil wusthaa.. karena orang yang mampu memelihara sholat ashar di tengah aktivitas yang begitu padat berarti orang tersebut juga mampu memelihara sholat lainnya…

Lembayung sudah muncul, maghrib hampir tiba… alangkah bahagianya jika kita memperbanyak tasbih pada petang hari. Bertasbih pada waktu pagi dan petang sungguh besar keutamaannya.

Al-Ma’tsurat petang dibaca kembali sambil memuji bahwa Allah telah memberikan kita kesempatan untuk beramal pada hari ini dan semoga kelalaian kita diampuni-Nya.

Hari berganti menjadi gelap gulita, waktu yang sangat dirindukan oleh hamba-hamba yang melalui malam dengan sujud…

Wa minal laili fatahajjad bihii naafilatan laka.
Wa qaliilaan mnallaili maa yahja’uun
: Dan mereka sedikit sekali tidur di waktu malam..

Lambung mereka jauh dari tempat tidur, mereka mengiba kepada Tuhan, berkhalwat hanya dengan Tuhannya. Sangat dekat hingga terasa bahwa hanya ada dirinya dengan Tuhan saja…

Saat itulah seorang hamba merasakan bahwa tak ada kenikmatan lain selain dekat dengan Tuhan, semua yang dianugerahkan-Nya tak membuatnya menjadi berbangga diri, semua yang diambil-Nya tak membuatnya menjadi putus asa, tak peduli apapun yang dialami oleh diri-Nya, cobaan seberat apapun, karena dia memiliki pelindung dan penolong yan sebenarnya yaitu Allah…

Saat Allah mencintai hamba-Nya, apalagi yang diinginkan di dunia ini ? Dia telah memiliki hal yang lebih tinggi dari dunia dan segala isinya….

Hingga kembali keharibaan ilaahi dalam keadaan yang diridloi…

Leave a Reply