Kekuatan Sebuah Do’a
Tak ada yang tak mungkin dengan do’a
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” Al- Mu’min: 60
Doa’ merupakan wujud kebutuhan seorang mu’min akan Tuhannya. Ia sangat bergantung pada Tuhan-Nya dalam hal sekecil apapun. Setiap saat yang ia panjatkan adalah do’a kepada Tuhan-Nya, tak hanya pada saat mendapakan musibah, tapi juga pada saat mendapatkan kesenangan.
Nabi Zakariyya diberikan kesempatan untuk mengasuh Maryam putra keluarga Imran. Maryam yang suci ini selalu beribadah di mihrabnya, dan pada saat Zakariyya mengunjungi Maryam, terdapat hidangan yang tersedia untuk Maryam. Nabi Zakariyya pun heran dan bertanya-tanya dari manakah makanan itu berasal. Maryam menjelaskan bahwa makanan itu dari Allah. Zakariyya sangat takjub kepadanya dan ingin memiliki anak sesholeh Maryam.Di usianya yang sudah sangat tua, dengan rambut yang sudah dipenuhi uban, tulang yang sudah melemah, tambahan lagi istrinya mandul, mana mungkin ia bisa memiliki anak. Secara teori, ia dan isterinya sudah tidak produktif lagi untuk menghasilkan anak. Tapi, karena tekadnya yang begitu kuat untuk memiliki anak dengan tujuan supaya anaknya tersebut dapat meneruskan risalah dakwahnya dan menjadi pewaris harta bendanya, Zakariyya berdo’a kepada Allah dengan suara yang lembut dan menyatakan bahwa selama ini ia tidak pernah kecewa dalam berdo’a kepada Tuhannya.
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” Maryam: 3-6
Karena kesungguhan Zakariyya berdo’a dan pengharapan yang sangat kepada Allah, maka Allah mengabulkan do’anya dengan memberikannya putera bernama Yahya.
Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. Maryam: 7
Walaupun Zakariyya sangat girang mendengarnya, namun ia masih belum yakin dengan kondisi dirinya dan isterinya sekarang ini, bagaimana mungkin ia bisa memiliki anak?
Tuhan berfirman: “Demikianlah.” Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.” Maryam: 9
Maka, untuk lebih memantapkan hatinya ia meminta untuk diberikan pertanda jika ternyata hal itu benar.
Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat.” Maryam: 10
Demikian juga dengan Musa yang sedang dikejar-kejar oleh tentara Firaun karena telah membunuh orang Qibti, sepanjang perjalanan ia terus berdoa:
Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.” Dan tatkala ia menghadap ke negeri Madyan ia berdoa (lagi): “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar.” Al-Qashash: 21-22
Ternyata memang terbuki ia sampai ke negeri Madyan lalu bertemu dengan Nabi Syu’aib dan dinikahkan dengan puterinya. Setelah itu ia memperoleh wahyu.
Dan masih banyak lagi kisah-kisah yang membuktikan betapa jika do’a tersebut dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan penuh harap, maka Allah akan mengabukan. Kecuali do’a yang memang tidak diperbolehkan oleh Allah, misalkan do’a Nabi Ibrahim agar menyelamatkan dan mengampuni dosa ayahnya yang seorang peyembah berhala. Allah melarang kita memohonkan ampun siapapun walaupun ia keluarga kita jika ia musyrik.
Tata cara berdoanya sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah:
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Al-A’raf: 55
Kalau merasa sudah tidak mungkin, sudah putus asa, bingung mau gimana lagi, berdo’alah…
Filed under: Ibadah, kehidupan, tausiyah | Tagged: bergantung pada Allah, doa, harap, keajaiban doa, mukjizat, nabi Zakariyya | No Comments »




